Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Monday, 26 August 2013

Mpama Mbojo


KM. LENGGE WAWO,- Suatu pagi, embun di luar rumah masih tergenang di atas dedaunan membasahi jalan keluar yang penuh rerumputan, semak-belukar,  dan batu-batu kecil. Di dalam rumah sudah tersedia,  SANTA NI’U PURU, SABIA, KALELI, HUNI RO TAWOA, PULAWA, dan berbagai MARAKANI lainnya. Sebagai mana kepercayaan yang sudah turun-temurun,  SANTA NI’U PURU RA MAMA NDE’I BORE KAI TUTANA agar rambutnya cepat panjang hingga ke tanah GOWA (begitu ibunya berkelakar sambil BORENA TUNA ANA NA), 

MARAKANI MAKALAI  NDE’I BORE KAI SARUMBU NA  agar aman dari segala macam musuh, badannya menjadi tegar, kuat, dan licin jika kena segala barang tajam, begitu niatan INA NA  sambil mengucapkan niatan itu terpatah-patah kegemasan. Dari rumah berjalan kaki sekitar satu kilo meter menuju nanga to’I, di mana MADA OI MA WORA mengalir perlahan-lahan.  Di sana, terdapat puluhan bayi MANDEU, WUNGA ANCO BA INA NA. Suara merdu tangisan bayi karena kedinginan seolah berlomba dengan ungkapan meci dari DOU MA TUA. Tiba-tiba muncullah seorang bayi mungil dari arah barat daya sambil bergerak mengirup udara segar di pangkuan Ibu tercinta.  Tangisan bayi-bayi dan suara MECI  dari ibu mereka hening seketika seolah asyik menyaksikan bayi yang bernama LA HAU ADE.  HAU ADE……….. sahut ibu-ibu yang ada di pinggir kali. LA HAU ADE pun tersenyum disertai  suara yang menggemaskan.  Ibunya pun merasa seolah LA HAU ADE tak ingin mandi bersama-sama bayi lain di tempat itu. Segera setelah bayi2 lain keluar, LA HAU ADE PUN  dimandikan seraya ibunya menyanyikan syair lagu:


DAMBE-DAMBE KU MALAO DA GOA

AU KU DIDI MU TA RATO JENA

DIDI KU SOKU LABO NCUNA

NDE’I TARINU KAI DAMBE TO’I MANCUNI

BARA NGAHA NA DALIMA NGGUSU

DI DO MAI BA SAMBI MBOKO         



AMA LA HAU ADE pun tiba-tiba MUNCUL dari belakang dan menyanyikan lagu:



SAHE COU ELE KABOE NAHU KA

SAHE OMPU CINGGI RO WA’I CINGGI

AU DA TIO RO KABUA RO KABAE WALI KAI NA

LABO KABOE RA PARI BOU

INDINDI…..INDINDI….. INDINDI

AU NGAHI NDAIKU MALOA NDADI

NGAHI SI BA DOU  NA TARANDADA



Setelah selesai memandikan bayinya, Ibu meniup dua kali di dahi, dua kali di telinga kiri dan kanan dan satu kali di pusar untuk meyakinkan jangan sampai air masuk lewat lubang-lubang itu. Akhirnya, mereka pulang untuk mengenakan pakaian terhadap bayi yang sudah lama disiapkan oleh Bapaknya di rumah.

Source : samadaangi
re-write: galank

0 comments:

Post a Comment